Berhasil Tekan Angka Kematian ODHA, Klinik VCT Merpati RSUD Wangaya Ditinjau WHO
Upaya yang dilakukan klinik VCT Merpati RSUD Wangaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasiennya tidak sia-sia. Hal tersebut terbukti dengan terus menurunnya jumlah angka kematian ODHA atau pasien penderita HIV AIDS yang datang berobat ke Klinik VCT Merpati.
Berdasarkan data Klinik VCT Merpati yang berdiri sejak Bulan Oktober tahun 2005, jumlah pasien meninggal yang menggunakan ARV selama 6 bulan pada tahun 2006 (40%), tahun 2007(6,7%), tahun 2008 (18,2%), tahun 2009 (11,8%) dan tahun 2010 (15,1%). Sedangkan pasien meninggal yang menggunakan ARV selama 12 bulan pada tahun 2006 (50%), tahun 2007 (6,7%), tahun 2008 (22,7%), tahun 2009 (13,8%) dan tahun 2010 (17%). Jumlah ini cenderung menurun setiap tahunnya hingga lebih dari 50%. Sementara itu angka kunjungan terus meningkat. Tahun 2005 Klinik VCT Merpati hanya menerima 32 pasien, tahun 2006 (380), tahun 2007 (699), tahun 2008 (1337), tahun 2009 (2044), tahun 2010 (2984), tahun 2011 (3853) dan tahun 2012 sampai Bulan Juli sudah mencapai 2749. “Kemungkinan sampai akhir Desember 2012 jumlah tersebut akan meningkat hingga 50%â€, kata Konsulen Klinik VCT Merpati, dr. Ketut Suryana, Sp.PD-KAI.
Ditanya mengenai kiat-kiat apa yang telah dilakukan Klinik VCT Merpati sehingga hal tersebut bisa tercapai, dr. Suryana mengatakan tidak ada hal khusus yang dilakukan Klinik VCT Merpati. “Tidak ada hal istimewa yang kami lakukan. Kami hanya menjalankan apa yang biasanya dan seharusnya kami lakukan. Kuncinya adalah koordinasi. Kami di Klinik VCT Merpati memiliki struktur organisasi dan setiap komponen di struktur itu bekerja sesuai tugasnya dan saling melakukan koordinasi. Hal yang istimewa dalam struktur organisasi kami, selain melibatkan konselor, laboratorium, CST, farmasi dan monev, kami juga merangkul semua konsulen yang dimiliki RS ini seperti konsulen anak, obgyn, paru, dll. Selain struktur organisasi, alur pelayanan yang melibatkan komponen dari luar RSUD Wangaya seperti dokter praktek swasta, RS swasta, RS POLRI, RSAD, Puskesmas dan LSM sangat membantu kami dalam melakukan pendekatan kepada ODHA sehingga mereka mau datang berobat. Kerjasama dengan SMF Paru untuk kolaborasi TB- HIV juga terus ditingkatkan karena TB dan HIV sangat erat kaitannya. Pasien dengan HIV AIDS membutuhkan perhatian ekstra dibandingkan pasien bukan penderita HIV. Mereka cenderung mengalami fenomena Elizabeth Kubler (Daniel, Angry, Depression, Bargaining, Aceptance) dan fenomena KETUT (Kecewa, Emosi, Tolak, Upayakan, Terima). Untuk itu kita harus lebih peka dan lebih peduli pada mereka. Mereka harus terus didukung dan didampingi, seperti mengingatkan waktu minum obat secara teratur, dll. Untuk pasien yang datang ke Klinik VCT juga kami layani untuk pendaftaran dan obat sehingga mereka tidak perlu mengantre di Loket Pendaftaran dan Apotek. Hal-hal kecil itulah yang selama ini kami lakukan untuk pasienâ€, jelasnya.
Prestasi yang berhasil diraih Klinik VCT Merpati bahkan menarik minat WHO untuk datang langsung memantau Klinik VCT Merpati RSUD Wangaya. Berawal dengan kunjungan salah satu staf WHO pada (6/11) ke Klinik VCT Merpati. Dalam kunjungannya tahun ini staf WHO tersebut merasa kagum dengan penurunan angka kematian yang terjadi drastis dibandingkan saat kunjungannya 5 tahun lalu. Hal itu kemudian dilaporkan kepada atasannya di Jenewa, Swiss dan atasannya memutuskan untuk datang langsung ke RSUD Wangaya. Setelah bersurat ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada (27/11) perwakilan WHO didampingi staf Kementerian Kesehatan Republik Indonesia datang ke RSUD Wangaya. Dalam kunjungannya, perwakilan dari WHO tersebut mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja Klinik VCT Merpati yang telah berhasil menekan angka kematian ODHA dan mengatakan akan merekomendasikan alur pelayanan yang dimiliki Klinik VCT Merpati untuk digunakan sebagai acuan di Klinik VCT lainnya. Menurutnya alur pelayanan yang sederhana tersebut adalah sebuah pemikiran yang luar biasa.
Sementara itu , ditemui di Ruang Kerjanya, dr. Setiawati mengucapkan terima kasih atas kinerja Klinik VCT Merpati. “Kunjungan WHO sangat penting artinya bagi rumah sakit kami, sebagai motivasi kami untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat meskipun rumah sakit kami tidak sebesar dan semegah rumah sakit lainnya. Saat ini kami sedang melakukan pembenahan-pembenahan untuk fisik bangunan dan peningkatan kualitas SDM. Kami sangat bangga karena Klinik VCT Merpati telah mampu memberikan sumbangan yang begitu besar kepada masyarakat. Kami dari pihak rumah sakit akan terus memberikan dukungan. Tidak hanya kepada Klinik VCT Merpati, namun kepada setiap komponen di rumah sakit ini kami harapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakatâ€, kata dr. Setiawati. (ind)