Menu

Dharma Santi Hari Raya Galungan dan Kuningan

  • Selasa, 29 Juni 2010
  • 2454x Dilihat
Seiring meningkatnya minat masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas rumah sakit milik pemerintah, maka dibutuhkan kesadaran pelayanan yang semakin baik. Ini pula yang berlaku pada RSUD Wangaya. Semenjak berubah status menjadi BLUD serta gencarnya penggunaaan JKBM, minat masyarakat meningkat pada RSUD Wangaya. Hal tersebut menuntut manajemen rumah sakit untuk menempatkan pelayanan publik sebagai poin utama yang harus selalu diperhatikan. Dasar pemikiran inilah yang kemudian memprakarsai manajemen rumah sakit menggelar Dharma Santhi. Disamping alasan tersebut, Dharma Santhi ini juga dilaksanakan dalam rangka hari raya galungan dan Kuningan. Dharma Santhi dilangsungkan pada hari Sabtu (26/6) bertempat di area lapangan tenis RSUD Wangaya Kota Denpasar. Dalam acara yang bertepatan dengan purnama sasih Kaesa dan tumpek Krulut tersebut hadir Sekkot Denpasar yang hadir mewakili Walikota Denpasar, para pejabat SKPD Se-kota Denpasar, Ketua PHDI Bali, serta sejumlah karyawan RSUD Wangaya Kota Denpasar. Dharma Santhi tersebut mengambil tema, “Melalui Sewaka Dharma di Bidang Kesehatan Kita Wujudkan Mokshartham Jagadhita”. Dalam pidato pembukaannya, Direktur RSUD Kota Denpasar, Dr.dr.I Gde Raka Widiana, Sp.PD.,KGH mengingatkan kembali tentang kewajiban seluruh komponen Rumah Sakit untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. “Dharma Shanti ini semoga mengingatkan kita untuk melayani dengan hati. Karena pelayanan adalah bentuk Dharma,” ujar Raka Widana. Pada kesempatan tersebut, Ketua PHDI Bali Drs. Ida Bagus Sudarsana sekaligus didaulad sebagai pembicara. Dalam Dharma Wacananya disampaikan keterkaitan yang tidah terpisahkan antara pelayanan dan citra. Pelayanan dengan hati yang tulus ikhlas akan berbuah pada citra positif rumah sakit dimata masyarakat. “Melayani pasien dengan ramah adalah kewajiban utama pekerja rumah sakit,” ujarnya mengingatkan. Acara Dharma Santhi juga disegarkan dengan hiburan lawakan yang menghadirikan Cedil dan kawan – kawan. Seperti biasa dalam lawakannya, Cedil juga menyentil tentang perlunya pelayanan yang baik bagi pasien. Dharma Santhi ditutup dengan pembagian doorprise bagi para undangan.