GRSSI-B RSUD Wangaya Dinilai Tim Propinsi Bali
Program Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) yang dicanangkan pemerintah pusat telah mampu berkontribusi positif guna menekan angka kematian Ibu dan Bayi. Untuk itu program ini harus terus dilanjutkan. Demikian dikatakan Ketua Tim Evaluasi GRSSI-B Propinsi Bali, dr. Lanang Wisnu Murti saat melakukan evaluasi terhadap kelompok GRSSI-B RSUD Wangaya di Ruang Pertemuan RSUD Wangaya, Selasa (4/10). Hadir mendampingi Sekkot Denpasar A.A. Ngr. Rai Iswara, Wakil Ketua TP-PKK Ny. Antari Jaya Negara, Plt. Direktur RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan, M.Kes dan seluruh direksi di jajaran RSUD Wangaya.
Menurut Wisnu, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi disamping pendidikan, ekonomi, budaya dan lain-lain. Untuk RSUD Wangaya pihaknya memberi apresiasi luar biasa kepada Pemkot Denpasar atas komitmen dan dukungannya terhadap program GRSSI-B. Hal ini dibuktikan dengan digelontorkannya dana kesehatan 13,8% melalui dana APBD.
Ditambahkan, titik evaluasi tim dalam program GRSSI-B ini adalah unsur pelayanan. Artinya sejauh mana pelayanan tersebut dilaksanakan hingga kelengkapan sarana dan prasarana disamping perhatian dan perlakuan terhadap pasien miskin.
Sementara itu Walikota Denpasar,I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya yang dibacakan Sekkot Rai Iswara mengatakan, untuk menekan angka kematian ibu dan bayi , upaya pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas dengan terus meningkatkan mutu pelayanan mulai dari kecamatan hingga lapisan terbawah. Program ini dalam rangka untuk mencapai target MDG’s (Millineum Development Goals) 2015 yaitu program dunia yang mengukur tingkat kemajuan suatu Negara dari kefokusan Negara tersebut meningkatkan kesehatan masyarakat.