Menu

Jenazah Mr.X “Akibat Lakalantas Masih Tersimpan di Ruang Jenazah RSUD Wangaya”

  • Kamis, 14 Februari 2013
  • 3149x Dilihat
Korban kecekaan lalu lintas tanpa identitas di Perempatan Bung Tomo, Jalan Gatot Subroto Barat kini menjadi jenazah terlantar. Korban datang ke IGD RSUD Wangaya pada tanggal 3 Pebruari 2013 pukul 21.00 Wita diantar oleh polisi. Tidak ada keluarga yang menemani korban. Menurut dokter yang menangani korban, saat tiba di IGD RSUD Wangaya korban sudah tidak sadarkan diri dengan luka lecet di atas alis kiri, atas bibir kanan, tangan kiri, tangan kanan, alis kanan, pendarahan dari hidung dan pasien gelisah. Setelah dilakukan CT Scan, tampak ada pendarahan di otak. Pihak rumah sakit telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan korban, namun pendarahan di otak membuat kondisi korban memburuk dan akhirnya korban meninggal pada tanggal 4 Pebruari 2013 pukul 16.30 Wita. Karena tidak ada keluarga yang menemani sampai korban meninggal, pihak Humas RSUD Wangaya berupaya mencari alamat korban dengan menghubungi Polresta Denpasar, Bapak Nengah Sukarja. Oleh Bapak Sukarja, diperoleh informasi bahwa korban adalah seorang buruh bangunan di sebuah proyek di Jalan Gatot Subroto Barat dan Humas RSUD Wangaya disarankan menghubungi Bapak Aris, mandor di proyek tempat korban bekerja melalui nomor hp. 085237588188, tetapi beberapa kali dihubungi ponselnya tidak diangkat. Melalui informasi yang diperoleh dari Bapak Sukarta diketahui bahwa korban bernama Markus, laki-laki berumur 28 tahun. Korban tidak memiliki keluarga di Bali karena semua keluarganya tinggal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini jenazah Markus masih dititipkan di Ruang Jenazah RSUD Wangaya karena tidak ada yang bisa bertanggung jawab ,baik dari tempat dia bekerja maupun dari pihak keluarga untuk penanganan jenazah Markus. Kepada masyarakat, RSUD Wangaya menghimbau jika ada keluarga atau ada yang mengenal keluarga Markus agar segera menghubungi Humas RSUD Wangaya di nomor telepon (0361) 222141 sehingga penanganan lebih lanjut untuk jenazah Markus bisa dilakukan. (ind)