Kunjungan Kerja Komisi D DPRD Kota Denpasar Ke RSUD Wangaya
Semenjak dilantik menjadi anggota Dewan, kami belum pernah bertatap muka dengan jajaran Direksi RSUD Wangaya milik Pemerintah Kota Denpasar, karena selintas kami mendengar bahwa alur birokrasi pelayanan masih menjlimet. Hal ini dikatakan Ketua Komisi D I Wayan Sugiartha, SE yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar A.A Ngurah Gede Widiada. Pada saat kunjungan kerjanya di Ruang Pertemuan RSUD Wangaya Kota Denpasar, Selasa (12/1). Dikatakan bahwa ditengah persaingan Rumah Sakit yang cukup ketat, RSUD Wangaya diharapkan bisa meningkatkan mutu pelayanan serta service kepada masyarakat, disamping memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasien, apalagi dengan telah diberlakukannya pelayanan gratis program JKBM oleh Pemerintah Propinsi Bali. Pelayanan yang diberikan tentunya membutuhkan empati dan simpati, tapi mind set masih otoriter untuk itu merubah pola pikir didalam memberikan pelayanan perlu proses, imbuh Widiada.
Rombongan yang berjumlah 11 orang diterima langsung oleh Dr. dr. I Gde Raka Widiana, Sp.PD., KGH selaku Direktur beserta jajaran Direksi, dimana dalam pemaparannya Doktor dari Banjar Wangaya Kelod ini mengatakan bahwa mutu pelayanan akan muncul dari persaingan, apapun yang terjadi kita harus melihat pesaing kita dan semenjak RSUD tertua di Bali sudah ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) oleh Walikota Denpasar, berbagai perubahan secara fisik sudah kami lakukan seiring dengan perubahan status karena biaya operasional ditanggung sendiri dimana diantaranya penataan parkir kendaraan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasien, tenaga medis yang propesional di bidangnya, pelayanan unggulan cuci darah, adanya poliklinik endokrin anak dan remaja, serta adanya pelayanan poliklinik exsekutif yang ada di Praja Amerta. Disamping itu kami setiap hari mengadakan morning report untuk mengevaluasi kejadian yang terjadi dalam sehari, memberikan kesempatan kepada para dokter untuk lebih berkembang serta memberikan informasi yang akuntabel dan transparan yang di back up oleh tenaga IT yang kuat.
Sementara itu, untuk Program Pelayanan Gratis JKBM pada intinya kami dari RSUD Wangaya sudah siap karena sebelumnya kami telah melayani Jamkesmas dan SKTM serta persyaratan untuk mendapatkan JKBM sudah kami pasang spanduk di depan IRD tentang apa yang mesti dilengkapi, kata Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Setiawati Hartawan, M.Kes. Putri mantan Bupati Singaraja ini juga menghimbau agar masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan JKBM agar meminta keterangan yang sejelas - jelasnya sehingga tidak ada lagi pengertian yang simpang siur diantara masyarakat dan tenaga kesehatan, imbuhnya. (Dd)