Menu

PANTAU KESIAPAN PENANGANAN COVID-19, KEMENKES RI EVALUASI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR

  • Jumat, 15 Oktober 2021
  • 785x Dilihat

Bertempat di Ruang Pertemuan Atas, tepat pukul 08.00 WITA Kemenkes RI yang dipimpin langsung oleh dr. Amy Rahmadanti, MSCH, FISQua beserta staf, lakukan monev kesiapan Rumah Sakit  dalam penanganan COVID-19 di RSUD Wangaya Kota Denpasar, Jumat (15/10) pagi.

Disambut Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasar dr. Anak Agung Made Widiasa, SP.A, MARS beserta jajaran, tim Kemenkes  RI mengawali peninjauan posko Penangan COVID-19 yang letaknya tidak jauh dari tempat dilaksanakannya evaluasi.

Dalam sambuatannya, dr. Widiasa, SP.A, MARS menyampaikan kesiapan RSUD Wangaya Kota Denpasar dalam menangani kasus pandemi COVID-19,  melalui  kepemimpinan dan manajemen SDM, koordinasi dan komunikasi manajemen pengawasan dan informasi. Hal ini dimaksudkan agar adanya komunikasi yang efektif diantara SDM yang berada dilingkungan RSUD Wangaya Kota Denpasar, untuk secara bersama-sama melakukan penanganan pecegahan COVID-19. “Selain itu, keterlibatan masyarakat, manajemen pasien, kesehatan kerja, kesehatan mental dan dukungan psikososial, menjadi acuan kami dalam menangani pandemi ini”, tambah dr. Widiasa.  

Tim Pemantauan dan Evaluasi memberi tanggapan terhadap penjelasan yang disampaikan direktur dan selanjutnya dilakukan telusur lapangan untuk mengetahui implementasi semua regulasi tentang penanganan pandemi COVID-19. 

Dari hasil telusur lapangan ada beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh tim untuk ditindak lanjuti oleh direktur RSUD Wangaya diantaranya : agar memperhatikan saat melepas APD apakah urutannya sudah benar; pasien diarahkan menemui petugas langsung  dan tidak diperijinkan mereka bertanya keliling sendiri; agar digabungkan alur seluruh pasien yang ter-skrining COVID-19 atau suspek di arahkan ke ruang IGD apakah mereka dirawat atau isolasi mandiri, sehingga rumah sakit perlu mengskrining tempat lain yang belum tentu diskrible. Yang perlu di improvisasi skrining tidak boleh didalam; Pintu masuk pasien covid tidak boleh banyak; mempertimbangkan Poli Covid-19 agar tidak terlalu jauh; Daerah covid  harus diawasi ada  petugas yang mengawasi keluar masuk termasuk petugas-petugas rumah sakit. Yang paling utama disasterplan yakni : Setiap dokter menunjuk ruangan agar mensimulasikan alur perjalanan pasien kalau dia memotong pasien umum sebaiknya coba dipikirkan apakah dia memungkinkan memotong pasien umum, jika tidak mungkin cari jalur lain yang lebih memungkikan; Untuk diruang merak dipasangkan dipintu zona merah atau bisa dilantai 

Acara yang diakhiri dengan ramah tamah tim Kemenkes RI di Instalasi Gawat Darurat (IGD)  dan Poli COVID-19, didampingi juga perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dewan Pengawas beserta tim UPM RSUD Wangaya Kota Denpasar. (gdh)