PELAYANAN GRATIS JAMINAN KESEHATAN BALI MANDARA DI RSUD WANGAYA
Tahun 2010 program Yantis atau Pelayanan Kesehatan Gratis ini diganti oleh program baru bernama JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara) yang diharapkan akan eksis untuk seterusnya menjamin kesehatan masyarakat Bali. Program ini mulai berlaku per 1 Januari 2010, secara umum program JKBM ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bali yang sehat dan bahagia lahir bathin. Setelah diberlakukannya Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), banyak masyarakat yang mulai melirik dan memanfaatkan program Pemerintah Propinsi Bali tersebut. Hal ini tampak dari tingkat kunjungan pasien di RSUD Wangaya milik Pemerintah Kota Denpasar. Sampai hari ini Senin (11/1) sudah tercatat 21 orang menjalani rawat jalan, 10 orang menjalani rawat darurat dan 37 orang menjalani rawat inap di RSUD Wangaya, ujar Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Setiawati Hartawan, M.Kes.
Lebih lanjut diungkapkan, untuk masyarakat Bali yang mendapatkan pelayanan JKBM tentunya harus melengkapi syarat-syarat yang sudah ditetapkan kecuali Kabupaten Jembrana, diantaranya foto copy KTP Bali, foto copy kartu KK, Surat Keterangan tidak mampunyai asuransi kesehatan yang dikeluarkan oleh Kadus / Lurah dan Surat rujukan dari Puskesmas (kecuali pasien IRD). Mereka akan mendapatkan pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas dan rumah sakit pemerintah yang ada dibali secara gratis dengan hak perawatan ruang rawat inap kelas III. Penjelasan lebih lanjut dapat ditanyakan ke Dinas Kesehatan, Puskesmas serta Rumah Sakit Pemerintah terdekat. Mintalah keterangan yang sejelas-jelasnya sehingga tidak ada lagi pengertian yang simpang siur diantara masyarakat dan tenaga kesehatan, imbuhnya.
Untuk masyarakat yang sudah mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, tetapi belum membawa persyaratan JKBM (pasien IRD) diberikan waktu selama 2 x 24 jam bagi pasien yang dinyatakan rawat inap sedangkan tenggang waktu 1 x 24 jam diberikan untuk masyarakat yang menjalani rawat jalan dari IRD. Memasuki musim penghujan, dr setia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga lingkungan dengan baik, karena berbagai penyakit kemungkinan akan timbul seiring dengan perubahan musim ini, seperti batuk , demam, panas, ispa dan demam berdarah. (Dd)