Menu

RSUD WANGAYA KEBANJIRAN PASIEN DB

  • Kamis, 23 Juli 2009
  • 2663x Dilihat
Walau bulan Juni kasus Demam Berdarah (DB) diprediksi menurun sesuai dengan pola grafik tahuanan. RSUD Wangaya yang merupakan Rumah Sakit tertua di Bali masih menerima belasan pasien baru yang divonis DB dalam sehari. Bahkan, dari data di UGD RSUD Wangaya menyebutkan, pada bulan Juni sempat dicatat 152 orang pasien DB yang masuk melalui Triage Medik, UGD RSUD Wangaya, 91 orang melalui Rawat Jalan dan 217 orang diputuskan menjalani rawat inap yang dirawat tersebar di sejumlah ruangan di RSUD Wangaya dan sampai saat ini hingga tanggal 23 Juli 2009 masih tercatat sebanyak 71 orang yang masih menjalani rawat inap. Kondisi masih tingginya pasien DB yang diterima di RSUD Wangaya sangat terkait dengan kondisi cuaca saat ini dengan curah hujan dan panas yang tidak dapat diprediksi. Menurut dr. I Ketut Suryana Sp.PD, masyarakat harus lebih waspada dengan DB terkait dengan cuaca yang tidak dapat diprediksi akhir–akhir ini, karena selain DB banyak penyakit juga yang timbul akibat cuaca yang tidak menentu seperti Ispa, Batuk, Demam, Panas, Diare dan Lain- lain. Walaupun saat sekarang ini Pemerintah Kota Denpasar sudah melaksanakan fogging untuk mencegah pengembangbiakan dari nyamuk Aedes Aegypti, tetapi hal ini tidaklah cukup karena jentik–jentiknya masih hidup. Nah bagaimana biar jentik–jentiknya bisa hilang, tentunya peran serta masyarakat sangatlah diharapkan didalam pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan gerakan 3 M yang merupakan cara yang sangat efektif untuk mencegah penyebaran nyamuk yang dikenal dengan Aedes Aegypti tersebut. Lebih lanjut kepala SMF penyakit dalam ini menyampaikan, bahwa saat sekarang ini masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan melakukan hidup bersih dan sehat, apalagi saat ini sudah merebaknya virus H1N1 atau yang lebih dikenal dengan virus flu Babi yang penyebarannya saat ini dari manusia ke manusia. Walaupun saat sekarang ini di RSUD Wangaya Kota Denpasar yang merupakan Rumah Sakit peninggalan jaman penjajahan hindia belanda belum menerima pasien dengan suspect H1N1, tetapi kami selalu waspada dan siap menerima pasien yang diindikasikan terinfeksi firus H1N1 tersebut dengan pertolongan pertama. (Dd)