Pola makan tidak teratur sangat dominan menimbulkan berbagai macam penyakit, jika kita tidak mengaturnya dengan baik. Maka dari itu dibutuhkan disiplin yang kuat dalam mengatur pola hidup sehat untuk jangka waktu panjang. Salah satu penyakit yang paling ditakuti kebanyakan masyarakat adalah Diabetes Militus, sedikit saja kita lengah dalam pola hidup, Diabetes akan merongrong seluruh tubuh kita. Diperlukan pemahaman dan sosialisasi berkesinambungan agar penderita DM (Diabetes Militus) atau bahkan orang awam, mengerti bagaimana cara pencegahan dan penanggulanganya. Pernyataan ini disampaikan pada sosialisai tentang bagaimana mencegah penyakit DM melalui terapi Insulin dengan topik ”The Profile of Insulin Glargine & Glulysine fo Treatment of Diabetes Patiens” oleh dr. Dewi Catur Wulandari, Sp.PD, selaku narasumber, yang diadakan di ruang pertemuan bawah RSUD Wangaya Kota Denpasar, pukul 09.00 WITA, Jumat (23/6) pagi tadi.
Narasumber yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Wangaya ini menambahkan, bahwa DM merupakan penyakit kronis dan progresif yang ditandai dengan hiperglikemia. Disamping itu menyebabkan kerusakan jangka panjang, disfungsi dan kegagalan berbagai organ serta yang paling penting mengenai penyakit DM ini adalah diperlukannya pengendalian berkesinambungan, edukasi penanganan mandiri serta mencegah dan menurunkan risiko komplikasi. Oleh karenanya dibutuhkan terapi insulin dalam ‘memerangi’ penyakit DM tersebut. Pertanyaannya, siapa yang mengedukasi tentang penggunaan insulin pada pasien? Lebih lanjut dikatakan, dokter dan para medis lainnya, harus paham terlebih dahulu bagaimana penggunaan insulin bagi pasien. “Dokter sebagai lini terdepan yang berada di poliklinik, IGD dan dimanapun beserta tenaga medis lainnya memilki tanggung jawab untuk memberikan edukasi pada pasien, sehingga pasien pun paham kenapa harus menggunakan insulin, bagaiman cara menggunakan insulin. Oleh karena kedepannya yang akan menggunakan insulin adalah pasien itu sendiri atau dibantu oleh keluarganya. Serta target utama dalam penggunaan insulin adalah mencegah komplikasi jangka panjang pada pasien itu sendiri,” imbuhnya.
Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Wadir Penunjang dan Pengembangan SDM RSUD Wangaya, dr. Dewa Putu Alit Parwita, M.Kes. Lebih lanjut dikatakan, kegiatan seperti ini sangat baik dilakukan secara berkelanjutan, karena diperlukan pendalaman yang lebih tentang apa dan bagaimana tentang penyakit DM itu, serta tata cara penggunaan insulin itu sendiri. Sosilaisasi ini diikuti oleh dokter dan perawat serta tenaga medis lainnya yang ada dilingkungan RSUD Wangaya, serta PT Sanofi yang senantiasa mendukung acara sosialisasi ini. dns_humas
05 Agustus 2025
21 Agustus 2025
14 Oktober 2025
14 Oktober 2025
20 Oktober 2025