Menu

TIM GRSSI-B PROVINSI BALI APRESIASI PROGRAM “JAPRI SI IBU” RSUD WANGAYA

  • Jumat, 24 Agustus 2018
  • 822x Dilihat

TIM GRSSI-B PROVINSI BALI APRESIASI PROGRAM “JAPRI SI IBU” RSUD WANGAYA

Tim penilai gerakan rumah sakit sayang ibu dan bayi (GRSSI-B) Provinsi Bali menilai Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya pada tanggal 23 Agustus 2018.

Sebelum menilai, tim penilai disambut hangat Sekda Kota Denpasar AAN. Rai Iswara, Wakil Ketua PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar  Ny. Kerti Rai Iswara dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar dr. Setiawati Hartawan.

Program inovasi RSUD Wangaya yakni Japri Si Ibu atau jalur prioritas Ibu dan Bayi dalam kesempatan tersebut mendapatkan apresiasi dari tim penilai. Dengan adanya program tersebut pasien dapat mempersingkat waktu antrean yang mana dulunya bisa menunggu 48 hingga 70 menit setelah diterapkan inovasi Japri Si Ibu dan Bayi hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.

Dalam kesempatan itu, Rai Iswara mengatakan, pemerintahan yang baik harusnya melakukan sinergi antara pemerintah, swasta dan lembaga sosial masyarakat dalam bidang kesehatan. “Oleh sebab itu Wali Kota Rai Mantra selalu berpesan agar membangun sinergi tiga bidang mendasar yakni pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.”

Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan, RSUD Wangaya selama ini selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pelayanan kesehatan, begitu pula dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi. Menurut Rai Iswara, RSUD Wangaya juga mendukung tujuan MDG’s (Millenium Development Goals) 2015 untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Dengan penilaian ini, Rai Iswara berharap agar tim memberikan motivasi dan pembinaan agar terus berionvasi demi memberikan pelayanan yang terbaik.

Sementara itu, ketua rombongan Tim Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi Provinsi Bali sekaligus kepala bidang pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH. mengatakan, criteria dalam penilaian ini ada sepuluh langkah. Yakni komitmen kebijakan direktur, dokter spesialisnya, staf fungsional yang ada dan peralatan, sistem serta pelaksanaan pelayanan ibu dan bayinya. “Tujuan dari lomba ini adalah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Karena program kita adalah ibu selamat bayi sehat dan cerdas,” ujarnya.

Menurut Iwan Darmawan, terkait dengan pelayanan di RSUD Wangaya sudah bagus karena bisa mempersingkat waktu tunggu pasien dari 70 menit menjadi 15 menit saja karena menggunakan program Japri Si Ibu.

Dirut RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan berharap melalui inovasi Japri Si Ibu ini mampu memberikan manfaat, maka ibu-ibu dan bayi yang baru lahir mendapat prioritas atau diutamakan dalam antrean maupun pelayanan saat ada di RSUD Wangaya. Ia juga mengoptimalkan untuk membantu para ibu untuk bisa memaksimalkan memberikan ASI. Maka dari itu pihaknya menyediakan klinik laktasi, dan disiapkan motivator bagaimana menyusui yang baik untuk bayi. “kami mempersiapkan bukan karena penilaian namun hal ini merupakan keharusan untuk mendukung penurunan angka kematian ibu maupun bayi,